BERKUNJUNG KE PUNDEM BERUNDAK DAN BATU PANDUSA DI SITUS TAAL

Temen Gus bolang  pernah bilang beliau seorang kolektor benda antik di Bondowoso lumayan koleksinya bisa dibilang sangat lengkap beliau bilang "  Kalau cuma mau nyari peninggalan megalitikum Bondowoso mah Gudangnya " . Meskipn tak punya pantai Bondowoso memiliki peninggalan bangsa megalitikum yang luar biasa sangat banyak bisa bilang ribuan, sumpah Nih  kamu gak percaya ... baca terus artikel gus bolang yang satu ini meskipun agak yaaaa  gak begitu nyambung heheheh.




Berawal dari  informasi dari suatu artikel seorang Blogger Bondowoso tentang penyebaran situs purbakala yang ada di kota tape Bondowoso, eh ternyata ada situs purbakala situs pundem berundak dan batu pandusa setelah ditelusuri ternyata ada di kecamatan Tapen tepatnya ada di desa Ta'al tapi sayang informasi yang kita dapatkan tidak begitu lengkap gak ada alamat, gak ada infomasi gambar ahhhh Mupeg men harus blusukan lagi ceritanya. Kebetulan waktu itu gus bolang bermalam di rumah kang erfan si Seles Adventure  yang jaraknya tak jauh dari desa Ta'al. Tampa pikir panjang langsung tancap gas.



Sumpah baru kali ini gus bolang jalan jalan and nebeng tepat di atas bak dagangan kang erfan maklum lah namanya  seles adventure  ya gak apalahh ketimbang gak ada yang boncengin saya hahahah . Butuh 30 menit untuk sampai ke Desa Ta'al dari meeting poin kita dari gardu atak, Wonosari. Setelah sampai di Di desa Ta'al  Ah  aksi kita di mulai untuk mencari keberadaan situs mulai nanya sama adek adek SMA yang kinyis kinyis sampek nanya ke mbah mbah  dan kita dapat informasi  keberadan situs ada di dusun Salak , situsnya berupa batu pandusa.



Di batu pandusa tertulis  907 / BDW / 09  entah mungkin ini semacam angka registrasi yang menunjukkan angka situs ke 907 hampir 1000 situs men. Situs ini memang semacam bongkahan bat pandusa tapi ada keisimewaan tersendiri dari situs Taal jika dilihat dari bawah keberadaan situs ini memang sangat mirip dengan pundem berundak , selain itu di dekat lokasi situs masih ada penginggalan megalitikum lainnya yang masih sangat terawat sampai saat ini yaitu goa megalitik, namun sayang situs kedua kita lewatkan karena waktu sudah tidak memungkinkan untuk kita jelajahi.

Akses ke situs





Untuk menuju ke situs Pandusa ugh bisa dibilang medannya dikit extreme. Untuk mengunjungi situs ini kalian bisa menempuh perjalanan dari Kecamatan tapen dan menuju ke desa Taal, dari sana kamu tanya saja kepada penduduk dimana lokasi batu pandusa di dusun salak, dari balai desa Taal menuju ke dusun salak membutukan waktu sekitar 30 menit, ketika sampai di dusun Salak nanti kamu akan menemukan Bendungan dari sana terlihat gumuk ( bukit kecil ), jangan lupa tanya kepada warga dimana lokasi menuju ke situs megalitikum.



Akses kedua bisa melalui Kecamatan Klabang. Dari jalan raya ( biasanya penduduk menyebutnya dengan Labeng saketeng ) atau dari SMK Klabang, dari sana mungkin membutuhkan waktu sekitar 20 menit kemudian kamu akan menemukan patung sapi dari patung sapi ambil jalur kanan yang menuju ke dusun Salak.

Seperti yang gus bolang ceritakan didepan Akses menuju ke situs megalitikum lumayang extreme dab menguras tenaga extra dari pintu masuk gumuk butuh waktu sekitar 1 jam untuk menuju ke situs megalitikum. Saran saja dari Gus bolang usahakan jangan menggunakan sepeda matic dan jangan lupa bawa camilan, tapi meskipun jalur sangat terjal kamu tidak akan rugu untuk mengunjungi situs purbakala yang satu ini karena keindahan alam akan membuatmu jatuh cinta kepada alam Bondowoso.

Ayo ke Bondowoso







4 Responses to "BERKUNJUNG KE PUNDEM BERUNDAK DAN BATU PANDUSA DI SITUS TAAL "

  1. Sepintas seperti batu biasa yang berukuran besar. Dari foto di atas nggak kelihatan bentuk punden berundaknya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sobat sepintas sperti batu biasa ,,... sayang karena saya sudah gak kuat capek akses ke lokasi ...jadi gak sempet kita foto dari bawah

      Delete
  2. patung sapinya seperti patung di sebelah desa saya... sama persis..

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheheh iya kang ... Nenek moyang kita memang hebat

      Delete

Pasang Benner iklan