RINDU MASAKAN IBUK DI DESA, SERASA KEMBALI KE ERA 90AN

Saya bisa di bilang anak desa atau Ndeso sejak kecil saya sudah terbiasa hidup dilingkungan desa, mungkin bang Chairul tanjung menyebut dirinya dengan anak singkong tapi bagi saya gus bolang  saya bangga dengan julukan anak desa. Masih sepat terlintas dalam bayangan saya masa kecil di desa yang penuh dengan canda tawa bersama teman saya, tak ada smart phone  seperti anak zaman sekarang yang ada hanyalah tanah liat yang kita bentuk menyerupai handphone itupu kita menemukan inspirasi dari sinetrron tersanjung dan mungkin itu pertama kali kita mengenal yang namanya telfon, telphone genggam dari tanah liat, tak ada game Clash of clan yang biasa dimainkan anak anak zaman sekarang yang ada hanya sodor, dan bentengan  bagi anak anak orang kaya biasa mereka beli gameboy, yang mainnya hanya tetris saja dan itupun hanya dua warna hitam dan putih, haaa  itu zaman kecilku di era tahun sembilan puluhan (90an).



Bernostalgia ke masa lampau tentunya sangat menyenangkan sekali, tak perlu mesin waktu milik doraemon ataupun cincin waktu milik dragonball kita hanya cukup menginat saja kenangan kecil kita. Banyak cara ya tentunya , kalau gus bolang cukup mengunjugi ibuk saja di desa sempol kecamatan prajekan tempat gus bolang dibesarkan, mengunjungi beliau adalah salah satu nikmat terbesar dalam kehidupan saya, meskipun saya sering traveling ke tempat tempat yang jauh gus bolang masih tidak lupa pada daratan, hamparan sungai, banyak anak anak kecil mandi, dan banyak pemuda nongkrong dipinggir sungat sambil menikmati senja dengan setia mereka menunggu joran pancing mendapat sambaran dari ikan, itu salah satu potren kehidupan di desa saya.



Ada satu yang sangat saya suka dari sosok wanita tangguh dalam kehidupan gus bolang yaitu masakannya.Ibu saya bisa dikatakan masih turunan orang jawa, pasti kamu sudah paham bagaimana rasa masakannya manis dan pedas itu mungkin dominan rasa pada masakan ibu saya, Masakan ibu saya yang paling saya rindukan adalah Tumis Pare dan sambel manis lalapan pucuk daun pepaya, hemmmmm is very yummy.

Pare memang sedikit ada rasa pahit itu yang membuat buah yang satu ini tak banyak yang menyukai buah yang satu ini namu di keluargaku buah ini merupakan menu wajib untuk menu sarapan keluarga saya. Begitu juga saya, saya sangat suka dengan buah pare, dan ada satu lagi yang sangat saya suka dari masakan ibu Sambel manis dan lalapan sayur biasanya sayurnya menggunakan pucuk pepaya, pahit ya tentunya juga pahit entah keluarga gus bolang suka yang pahit pahit, resep sambel manis itu sederhana saja, ini resep keluarga gus bolang:

garam dapur       : secukupnya
Gula jawa           : satu sendok
Bawang merah    : 2 siung
Asam jawa         : Secukupnya saja

Yups  mungkin bisa dicoba di rumah masing masing resep dari keluarga gus bolang. Dan dari kuliner ibu di desa akhirnya keluarga gus bolang diberikan rejeki untuk membuka usaha keluarga warung makan bang norton, dan menu itu adalah menu andalan di warung milik ibu di desa.

jika kita pikir lagi bahagia itu sangat sederhana. bersama orang yang kita cintai mungkin itu yang dikatakan sunggu bahagia, bahagia tak butuh menghamburkan jutaan rupiah, bahagia cukup sederhana " berkumpul bersama keluarga " cobalah kalau kamu masih belum percaya. buat Traveler  jangan lupa luangkan waktu sejenak bersama keluarga kita. 






Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "RINDU MASAKAN IBUK DI DESA, SERASA KEMBALI KE ERA 90AN"

Post a Comment