MENCARI TANCAK PATIRANA YANG KANDAS

Cuaca langit Bondowoso waktu itu sangat cerah tak menunjukkan satu awan mendung di langit biru cuacapun sangat sejuk sangat pas lah  untuk melakukan satu perjalanan petualanan. Memang jauh hari kita sudah mempersiapkan rencana bersama teman teman untuk menaklukkan beberapa air terjun di Bondowoso, ya hanya untuk menyelesaikan beberapa tempat wisata di Bondowoso untuk diulas di website GUS BOLANG , gus bolang dan team website dan team explore gus bolang sepakat untuk menaklukkan air terjun patirana.



Jam menunjjukkan pukul 11.30 WIB
Kumandang sholat dhuhur  mulai terdengar dari masjid di kecamatan grujugan. Memang kita sedikit telat untuk memulai petualangan ini, maklum saja sebelum menjelajahi keberadaan tancak patirana gus bolang masih mereview kuliner Jamur milik mbak Ana, selain itu beberapa personel Gus bolang juga mengalami kendala di perjalanan , ya  mau gak mau perjalanan kita ke patirana sangat lambat, tampa pikir panjang semua team berkumpul kita putuskan untuk berangkat ke dusun patirana Desa wonosari Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso.

Penitipan kendaraan terakhir


Jalan menuju ke tancak patirana hampir tak ada aspal yang rusak akses yang sangat gampang membuat perjalanan kita nyaris tak ada hambatan dari jalan raya sekitar 45 menit menuju ke dusun patirana. Team gus bolang waktu itu tak ada yang tau dimana jalan menuju ke dusun patirana kita hanya mengandalkan GPS ( Gunakan Penduduk Setempat )  dan modal pesan singkat dari teman kita yang beberapa hari lalu menghubungi kita tentang keberadaan air terjun patirana, Gus bolang dan teman teman  yakin kita sudah sampai di dusun patirana karena ada satu monumen penanda PERLAWANAN PEJUANG KEMERDEKAAN  di dusun patirana, ya kita yakin patirana tak hanya air terjun dan tebing patirana selain itu patirana mempunyai sejarah panjang dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia.



Oke  kita mencari informasi dimana keberadaan air terjun patirana ternyata warga menyarankan kita untuk mencari perumahan terakhir di dusun patirana. Jalan sedikit terjal dan bebatuan namun tak begitu panjang beberapa kru gus bolang sampai ada yang memilih turun dari kendaraan "Ya ketimbang jatuh " mungkin ini alasan yang tepat, sekitar 10 menit kita melewatinya akhirnya kita sampai di perumahan terakhir disana kita mendapatkan informasi akses menuju ke air terjun patirana.

Aeng terjunnah jeuh mun patirana cong, bektona korang, mun se mandhe' semmak cong empian kare nuro' tabun pas nurok songai.
( Air terjun patirana masih jauh nak, waktunya tidak cukup, tapi air terjun yang rendah tidak begitu jauh kamu hanya ikuti pematang kebun dan ikut aliran sungai.)

------------------------------------------------------------

Rombongan Biksu Ting yang mencari kitab suci

Ya itu informasi yang kita dapatkan diperumahan terakhir, dengan langkah yang pasti kita ikutin saja saran dari warga setempat. Dan sungguh luar biasa ini ibarat lembah sungai hindus di India  bukit yang hijau dan aliran sungai yang deras menjadi pemandangan pertama bagi kita, semangat broooo air terjun sudah dekat, kita taklukkan sungai patirana, hup hup kita loncat batu ke batu terkadang kita turun ke sungai melawan arus yang tak begitu deras dan yang benar saja aliran sungai patirana sangat dingin segar sekali, dan yang paling unik dari setiap petualangan kita ke air terjun mamang kita tak perna membawa  perbekalan air minun, karena sungai sungai di hutan jarang sekali ada polusi, itupun kalau ada paling paling PUPnya monyet, sama seperti petualangan sebelumnya sungai patirana pun kita minun kita yakin Ph air patirana pasti Normal karena disini hampir tidak ada polusi.



Waktu mencapai ke air terjun pertama kita memakan waktu sekitar satu jam dengan medan yang bisa dibilang sedikit sulit tapi semua terbayar akhirnya satu personel kita sudah ada yang sampai woyyyyy finish anggota dibelakang sepertinya berlarian seakan semangat baru membakar mereka , dan jrengggggggg  didepan kata sudah terlihat air terjun dengan ketinggian sekitar 5 meter saja, sempat kecewa dengan air terjun yang  tidak begitu tinggi tapi apapun air terjunnya syukuri saja kita sudah sampai ke tempat ini orang lain belum tentu sampai ke tempat yang indah ini, jam tangan kita menunjukkan jam 2 sore sangat tidak mungkin untuk mencapai ke air terjun teratas karena menurut informasi dari warga untuk mencapai air terjun teratas membutuhkan waktu sekitar setengah hari ( versi warga ) karena masih ada 3 air terjun yang harus kita taklukkan ya  tak apalah paling tidak kita sudah berhasil menggapai kaki air terjun patirana, jadi ingat kata sahabat saya " Naik gunung itu tak harus sampai ke puncak ". 



Tak banyak yang bisa di lakukan di air terjun kaki patirana ini selain menikmati keindahan alam dengan tebing tebing eksotisnya dan berfoto di air terjun kaki patirana. Setelah kita puas kia memutuskan untuk pulang karena tak mungkin untuk menggapai ke air terjun tertinggi, namun ambisi kita suatu saat kita akan sampai ke air terjun sejati patirana, mungkin bukan kita anak cucu kita atau pemuda lainnya di Bondowoso, terakhir kita menceburkan diri sungai patirana air yang dingin sejuknya alam seakan mengobati rasa lelah dan letih kita, entah berapa air terjun di Bondowoso yang sudah kita taklukkan Bondowoso selain kaya dengan situs megalitikum Bondowoso juga kaya dengan air terjunnya, ya mungkin bisa kita sebut " Bondowoso Kota 1001 Air terjun ".

Air terjun kaki patirana Bukan masalah air terjunnya yang tinggi atau rendah tapi perjuangan kita kesana yang menjadi kesan tersendiri bagi kita, dan akan kita kenang sampai kelak.

(Own. Gus Bolang )














Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MENCARI TANCAK PATIRANA YANG KANDAS"

Post a Comment