KAMPUNG BAMBU SULEK ,DARI BAMBU BIASA MENJADI BARANG BERNILAI SENI

Bondowoso, atau lebih tepatnya sebagai Kota tape yang belum banyak orang tahu tentang seluk beluk kota ini. Keindahan alam kota Bondowoso merupakan salah satu potensi alam yang menjadi karunia tersendiri untuk kota Bondowoso, kawah wurung , gunung raung , dan kawah ijen adalah contoh kecil destinasi alam di kota Bondowoso, namun disisi lain Bondowoso juga kaya akan potensi hasil alam baik perkebunan maupun pertanian salah satu hasil alam yang sangat melimpah yaitu bambu.

Salah satu produk furnitur dari bambu khas desa sulek
Kalau kita bicara tentang Bambu di Bondowoso ada salah satu kampung yang memproduksi hasil kerajinan bambu, namanya desa sulek. Desa Sulek memang tak begitu tenar seperti desa wisata yang ada di Indonesia, lokasinya memang jauh dari Kota Bondowoso jaraknya sekitar 6,4 Km bisa ditempuh dengan kendaraan umum atau kendaraan pribadi, desa Sulek sendiri berada di kecamatan Tlogosari Kabupaten Bondowoso, tapi untuk mencari kampung bambu tak mudah membalikkan telapak tangan baru kamu bertanya ke warga di kecamatan Tlogosari " dimana rumah kang sunandar bambu atau desa sulek yang menghasilkan bambu " pasti semua warga akan akan memberikan informasi tentang kampung bambu.

Kang sunandar sosok inspirasi di desa sulek


Masyarakat desa Sulek dari dulu memang banyak para pengrajin bambu melihat letak geografis desa sulek yang berada tepat di bawah bukit tonggu sehingga banyak lahan warga di bawah bukit yang ditanami pohon bambu. Melihat potensi alam yang sangat melimpah kang Sunandar ( 31 ) memanfaatkan kekayaan alam bambu sulek untuk disulap menjadi barang bernilai seni dan tentunya memiliki harga jual yang lebih dari satu lonjor bambu yang harganya kisaran Rp.10.000,- kelompok usaha milik kang sunandar bisa menjual sampai harga Rp.3 juta untuk satu unit produk bambunya, selain melihat potensi alam yang melimpah kang sunandar juga memikirkan lapangan pekerjaan untuk warga sulek, sebelum merintis usaha bambu dibawah nangungan Bambu raya banyak warga sulek khususnya pemudanya yang bekerja merantau keluar kota dan sebagaian menjadi pengangguran hal itu sangat lumrah karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan namun kondisi ini sangat memprihatinkan tapi sekarang berkat usaha kang sunandar mendirikan rumah produksi kerajianan bambu dan meubel bambu warga sulek dapat bernafas legah karena lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat desa sulek melalui usaha bambu yang dirintis oleh kang sunandar menjadi solusi utama untuk ketersediaan lapangan pekerjaan.

Rumah bibit sekaligus tempat edukasi pembibitan budidaya bambu desa sulek


Bicara masalah bambu, Desa sulek masih bisa dibilang sebagai desa referensi untuk belajar mengenal tentang bambu si tanaman yang kaya sejuta manfaat. Hampir setiap dusun di desa Sulek ada pengrajin bambu mulai dibuat kerajinan rantang ikan, gedek , dan perabotan rumah tangga lainnya selain itu Desa Sulek juga melakukan budidaya pembibitan aneka jenis bambu yang bermacam macam dari bambu hias seperti bambu jepang ( Chimonobambusa Quadrangularis ) sampai bambu petung hitam ( Dendrocalamus asper ) semua dibudidayakan di kabun bibit bambu di desa sulek, kebun bibit sendiri tak hanya dipenuhi dengan tanaman bambu disana juga ditanami berbagai jenis bibit pohon ada bibit kopi, bibit durian sampai bibit pohon sengon yang juga merupakan salah satu komoditis perkebunan milik warga sulek, jadi kalau kamu berkunjung ke desa sulek kamu bisa belajar kerajinan bambu selain itu kamu juga bisa belajar mengenal bambu.

Apa hanya bambu yang bisa dinikmati di Kampung bambu sulek ?. Tentu tidak kamu juga bisa melakukan wisata keluarga melakukan aktifitas out door seperti pendakian ke bukit Tonggu, mencicipi nila goreng milik peternak ikan di Sulek, menjadi relawan pengajari di Pesantren dan di lembaga Paud atau sekedar menikmati keindahan alam desa sulek dengan sawah teraseringnya yang mirip di Ubud Bali, semua biasa kamu temukan di sulek, dengan adanya usaha milik kang sunandar yang menyulap bambu semula berharga murah menjadi barang bernilai jual tinggi, ini sebuah Inovasi daerah karya anak bangsa yang terus berinovasi untuk Indonesia dan dengan rasa optimis Kampung bambu sulek suatu saat akan menjadi trendsetter Green Village ( desa hijau )  di Indonesia khususnya di Kabupaten Bondowoso dengan pemanfaatan bambu yang ramah lingkungan.


Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahku - https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " KAMPUNG BAMBU SULEK ,DARI BAMBU BIASA MENJADI BARANG BERNILAI SENI"